tips strategi influencer marketing untuk bisnis

Banyak brand pengiklan menjalankan digital marketing, tetapi tidak mengerti mengenai digital marketing secara mendalam. Termasuk ketika ingin menjalankan influencer marketing.
Akhirnya, sering terjadi ironi yang fatal, kita pengiklan yang bayar, tetapi influencer / youtuber / endoser / digital agency yang menetukan kpi atau indeks prestasi.

Contoh yang SALAH tetapi BIASA terjadi :
Brand (B) : Saya mau donk di-endorse untuk produk saya.
Endoser (E) : Boleh banget! Harganya Rp. 10 juta sekali tayang.
B : Mahal ya, boleh gak Rp. 6 juta aja?
(Btw, ada lho Brand yang tanya “harga Rp. 10 juta itu termasuk harga produk yang kita kasih ke Anda?” Lucu banget ini)
E : Hmm… Karena saya suka dengan produk Anda (serius!!???), saya kasih harga Rp. 8 juta aja d.
B : Wow! Terima kasih sekali ya!!!

Contoh Pertama yang saya SARANKAN :
Brand (B) : Saya mau donk di-endorse untuk produk saya.
Endoser (E) : Boleh banget! Harganya Rp. 10 juta sekali tayang.
B : Boleh gak kalau kita pakai skema ini
Jika Anda mau endorse, saya kasih Rp. 6 juta
Jika endorse Anda mencapai #sekian# view, saya kasih bonus Rp. 2 juta
Jika endorese Anda jadi trending, saya kasih bonus Rp. 3 juta

atau Contoh Kedua :
B : Anda harus mengajak follower Anda untuk belanja di online shop kami dengan kode voucher khusus #NamaYoutuberAsik# dan setiap orang yang menggunakan kode voucher tersebut, Anda akan mendapat sekian Rupiah.

Tentu saja, masih banyak ide lain yang pasti lebih baik dari contoh yang SALAH yang telah saya sebutkan. Ubah mindset mengenai influencer marketing, maka ide kpi yang lebih terarah akan lebih mudah ditemukan.

Contoh lain di endose dari youtuber : film yang ada endorse harus ditonton dengan durasi lebih dari 90% atau hampir selesai. Jadi bukan cuma soal jumlah view saja, karena view film youtube dapat dibeli.

Lebih bagus lagi, penawaran skema kpi yang terarah juga diajukan oleh endoser, bukan hanya dari pengiklan, karena itu dapat menjadi acuan dasar bahwa endoser juga perhatian dengan produk kita.

Jangan mau dibohongi oleh para marketer yang berlindung aksi bakar duit di balik alasan branding, tetapi dengan kpi yang tidak jelas.

Saya share ini bukan ingin menjatuhkan bisnis influencer marketing, tetapi impian saya adalah digital marketing (termasuk influencer marketing) di Indonesia semakin lebih matang dan semakin banyak perusahaan yang merasakan manfaat signifikan dari digital marketing.
Saya sedih sekali jika mendengar cerita para alumni peserta pelatihan saya yang pernah dibohongi oleh digital agency yang tidak bertanggung jawab dan punya sejuta alasan menghindar ketika performa tidak memuaskan. Dan cerita-cerita sedih itu SELALU ada di setiap batch pelatihan Google Ads saya, mulai dari kesalahan kecil hingga kesalahan yang membuat brand antipati ketika mendengar digital marketing.

Contact Us : Whatsapp 08888097722 / training@erudite-indonesia.com

Related Training :