langkah sukses bisnis ecommerce

E-commerce di Indonesia telah berkembang secara signifikan dari tahun ke tahun. Pertumbuhan ini sebagian disebabkan oleh peningkatan jumlah pengguna belanja online. Dan menurut laporan dari beberapa pusat perbelanjaan online, sekitar 70% pembeli online berbelanja di perangkat mobile mereka seperti smartphone daripada komputer desktop. Pertumbuhan pasar e-commerce di Indonesia akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Indonesia adalah salah satu pasar online terbesar di seluruh dunia, dengan 93 juta pengguna online, dan jumlah ini diperkirakan akan tumbuh rata-rata 10% sampai akhir 2020, mencapai lebih dari 130 juta pengguna internet. Di pasar Indonesia yang sedang berkembang, kelas menengah menjadi daya beli utama seiring pendapatan mereka meningkat.
Meskipun industri e-commerce Indonesia telah berkembang, ada banyak ruang untuk pertumbuhan lebih lanjut, karena masih hanya menyumbang kurang dari 1% dari total penjualan ritel Indonesia.
Di zaman sekarang, orang-orang tidak asing lagi dengan istilah e-commerce. Transaksi secara online mulai dimanfaatkan masyarakat ketika era digitalisasi mulai masuk ke ranah yang lebih luas. Seperti motto nya “get and deliver” semua orang dapat mengaksesnya dalam genggaman. Inilah yang merubah kegiatan transaksi dalam operasi nya serta memangkas biaya-biaya trading (perdagangan).
Pertumbuhan e-commerce yang terus meningkat, merubah pola perilaku konsumen indonesia ketika berbelanja. Mereka lebih sering menghabiskan uangnya untuk berbelanja secara online dibanding belanja dengan cara tradisional, harus ke toko untuk melihat barang. Dengan teknologi virtual, item yang dijual sudah dapat dilihat. Menambahkan keterangan item harus dilakukan untuk memberikan informasi yang tidak hanya dapat dilihat oleh mata. Kini, masyarakat semakin pintar dalam membelanjakan uang mereka.
Fenomena ini pun, tidak luput dari kejadian yang terjadi sepanjang tahun-tahun sebelumnya adanya penutupan gerai ritel secara besar-besaran di pusat perbelanjaan ternama. Terbukti dari laporan tahunan yang dikeluarkan oleh We Are Social, dalam kurun waktu sebulan masyarakat Indonesia membelanjakan uangnya secara online adalah sebesar 41%. Bahkan survei yang dilakukan oleh ShopBack terhadap 1.000 koresponden masyarakat Indonesia, sebanyak 83,1% mengaku mengunjungi toko offline, lalu pada akhirnya memutuskan transaksi secara online. Mereka mengaku adanya promo diskon bahkan cashback yang ditawarkan e-commerce menjadi pilihan yang efektif dibanding toko offline.
Berubahnya pola konsumsi masyarakat, memunculkan mobile wallet yang juga berkembang pesat. Ada beberapa pengguna mobile wallet yang sering diperbincangkan, seperti T-Cash, Gopay, Jenius, OVO, dan lain sebagainya yang terus hadir. Pangsa pasar melihat ini sebagai kesempatan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemudahan dalam transaksi secara online. Mobile wallet ini terus berupaya meningkatkan pelayanan mereka. Tidak jarang, beberapa kerja sama dijalain dalam menjangkau audiens yang lebih luas.
Perkembangan positif terhadap bisnis e-commerce mengindikasikan adanya peningkatan atau dominan yang terjadi pada jenis bisnis Bussiness to Customer (B2C) dibanding jenis bisnis lainnya. Pasar yang besar dan menjanjikan membawa dampak negatif terhadap persaingan yang terjadi dalam pemasaran. Hal inilah yang membawa pentingnya e-commerce dalam keberlangsungan bisnis itu sendiri. Para pemasar harus pintar memanfaatkan peluang dalam situasi yang berkembang saat ini.
Bukan hal baru lagi memang, tapi mudahnya serta hasil yang menjanjikan membawa orang-orang untuk terus merambah ke dunia ini. Tidak mengherankan data statistik menyatakan adanya peningkatan penjualan yang dilakukan pemasar melalui digital. Kemudahannya menarik masyarakat luas untuk terjun dalam dunia baru yang lebih mudah serta menjanjikan. Bukan tipu belaka lagi tetapi perkembangan serta bukti data yang akurat menunjukkan daya tarik yang menguntungkan.
Konsep ini mengenalkan produk Anda lebih luas dan menjangkau audiens serta calon audiens. Tapi kegiatan ini hanya dilakukan dengan memantau perkembangannya melalui gadget. Sehingga biaya-biaya operasional lainnya dapat dipangkas dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas serta produksi barang untuk memuaskan audiens. Dengan mudah pemasar tidak perlu lagi mengunjungi satu persatu konsumen atau calon konsumen untuk meningkatkan penjualan.
Bukan berarti Anda tidak dikenakan biaya sama sekali untuk menjalankan konsep ini. Kita akan dibebankan oleh biaya hosting dan domain untuk membuat toko secara online. Anggaran ini bisa dipakai ketika Anda menyewa tempat atau kios ketika mendirikan toko secara nyata. Tentu saja tidak perlu khawatir. Karena biaya dikeluarkan lebih efisien dibanding dengan membuka toko offline. Sehingga Anda bisa menyimpan sisa anggaran buat keperluan lainnya.
Seperti hal yang dijelaskan, banyaknya kompetitor yang merajalela mengharuskan Anda melakukan promosi yang gencar dan promosi ini memerlukan anggaran yang cukup besar. Promo yang sering Anda lihat dalam bisnis online merupakan salah satu strategi upaya yang mereka lakukan. Harus ada anggaran yang disediakan untuk melancarkan strategi ini. Tidak sedikit bahkan harus memotong anggaran pemasukan berubah jadi pengeluaran. Maka menggunakan siasat ini pun harus mengetahui celah dan strategi tepat. Salah melangkah, kelangsungan bisnis Anda yang menjadi taruhannya.
Selain itu, kita juga hanya dibebankan oleh biaya hosting dan domain yang murah untuk mendirikan toko online, artinya anggaran yang semulanya Anda pakai untuk membayar sewa kios, Anda bisa alokasikan ke anggaran untuk promosi atau branding. Itulah contoh sederhana dari e-commerce, masih ada banyak konsep yang dapat dijalankan, tetapi bergantung pada kemampuan dan minat Anda juga.
Melakukan bisnis dengan konsep ini pun tidak mengharuskan Anda terbatas secara geografis. Beragam pilihan dapat membuat kesempatan yang lebih besar untuk menjangkau audiens. Kondisi ini pun memungkinkan Anda dapat mendapatkan informasi harga pesaing hanya dengan mengunjungi toko sebelah melalui internet. Semudah itu, sehingga memanfaatkan kompetitor menjadi acuan branding yang akan dijual.
Cara ini pun dianggap lebih efisien dalam berinteraksi baik dengan penyalur bahkan pelanggan setia. Tidak perlu dibatasi oleh waktu dan ruang, Anda dapat memberikan serta konfirmasi secara langsung mengenai update terkini atau kendala terhadap permasalahan barang. Kedekatan ini pun yang bisa meningkatkan produktivitas. Secara langsung, produsen dapat mengetahui keluhan serta kepuasan konsumen. Yang bisa digunakan sebagai evaluasi terhadap produktivitas yang lebih baik lagi.
Tetapi untuk mencapai hal itu, butuh usaha dan ketekunan untuk menjangkau audiens Anda. Tidak gampang pada saat memulai. Tetapi jika ditekuni akan memberikan hasil yang signifikan. Statistik menunjukkan 39% orang lebih memilih untuk berhenti dari engange dengan website jika terlalu lama dalam proses loadingnya. Sedangkan sebanyak 38% memutuskan untuk pergi ketika layout yang terlihat tidak dinamis. Cobalah untuk memberikan anggaran tersendiri untuk hal-hal seperti ini. Jika dianggap kecil, lihatlah perubahan visitor yang terjadi pada website bisnis Anda.
Karena di zaman serba teknologi, masyarakat sebagai konsumen dituntut cerdas. Belanja online menjadi pilihan karena waktu yang dimiliki tidak mencukupi untuk meluangkan waktu untuk membeli kebutuhan mereka. Bukan berarti mereka menyerahkan semuanya begitu saja. Karena sebanyak 81% orang ketika memutuskan membeli produk, mereka akan mencari tahu terlebih dahulu produk tersebut. Sebelum benar-benar membeli dan memutuskan ke tempat yang tepat. Tentunya hal ini menjadi pekerjaan pemangsa pasar dalam memberikan strategi periklanan yang baik. Bukan menipu, tetapi meng-edukasi.
Media marketplace pun juga menjadi sasaran empuk bagi pangsa bisnis yang menggiurkan. Facebook masih menempati posisi teratas menjadi media online yang dijadikan lapak buat transaksi. Sebanyak 57,1% rata rata orang menghabiskan waktunya untuk melihat facebook guna melakukan jual-beli. Tidak mengherankan banyak pengguna menjadikan ladang subur bagi penjual untuk menawarkan produk dan jasa mereka. Dari barang mewah sampai barang sehari-hari tersedia. Disusul instagram yang mempunyai penetrasi terbanyak kedua setelah facebook. Aplikasi ini juga menjanjikan karena mempunyai keanggotaan yang banyak dimilki oleh masyarakat luas. Walaupun sudah ada market B2C (Bussiness to Customer) yang meraja lela, media online menjadi marketplace yang dapat diperhitungkan keuntungannya.
Tetapi jangan lupakan banyak orang yang memutuskan tidak jadi belanja online karena pelayanan yang buruk. Tidak jarang barang yang sampai tidak sesuai dengan foto yang digunakan penjual. Dikarenakan kompetisi yang sengit, konsumen dapat terkena imbas pengalaman yang buruk belanja online. Jumlah ini menjadi perhatian yang perlu ditinjau ketika menjalankan bisnis e-commerce. Angka yang tinggi dapat mengakibatkan audiens kapok untuk.membeli online bahkan sekedar mengunjungi toko online Anda.
Perlu diingat bisnis ini tidak bisa dinggap mudah walaupun terlihat seperti itu. Banyak yang menganggap sepele. Perlunya anggaran dan visi misi yang kuat guna membangun bisnis ini. Anda harus mempunya jurus serta celah ilmu pemasaran digital yang paling relevan dengan kondisi akhir-akhir ini.Tidak sembarangan, untuk mencapai audiens diperlukan kiat-kiat khusus yang harus dilakukan.
Cara-cara yang digunakan pun tidak sekedar menyapa konsumen atau menawarkan ke akun orang lain. Tidak semudah itu untuk menawarkan produk. Anda harus menentukan produk apa yang diinginkan terlihat. Untuk memberikan pesan yang sampai sesuai dengan kita inginkan, terdapat ilmu-ilmu digital dalam pemasaran yang perlu digeluti. Karena jangkauan Anda terlalu heterogen dan variatif, sulit untuk menyentuh audiens sesuai sasaran.
Bukan berarti tidak bisa, ada hal-hal yang dapat dipelajari guna mempersingkat target dan waktu. Waktu yang Anda gunakan dapat menjadikan tolak ukur taraffic transaksi dalam bisnis Anda. Jika Anda belum menemukan perubahan dalam waktu panjang, tentunya Anda sudah membuang banyak hal. Anggaran yang sudah disediakan terpakai dalam kolom promosi. Sedangkan toko lain, sudah gencar meningkatkan produktivitas dengan berani. Tidak takut dengan nilai jual yang tinggi karena konsumen sudah dimilki. Hal-hal berkepanjangan inilah yang perlu dipertimbangkan dan dipikirkan dalam membangun e-commerce.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diukur dan diperhatikan agar eCommerce di Indonesia dapat berhasil, yaitu :

1. Return on Investment
Pengembalian Investasi adalah keuntungan bagi investor yang berasal
dari investasi beberapa sumber daya. ROI yang tinggi berarti keuntungan investasi dibandingkan dengan harganya. Sebagai ukuran kinerja, ROI digunakan untuk mengevaluasi efisiensi investasi atau untuk membandingkan efisiensi beberapa investasi yang berbeda.

2. Year Over Year Growth
Tingkat Pertumbuhan Tahun ke Tahun adalah perbandingan statistik untuk satu periode ke periode yang sama tahun sebelumnya. Periode biasanya satu bulan atau seperempat. Tingkat pertumbuhan tahun ke tahun menghitung perubahan persen selama dua belas bulan terakhir.

3. Customer Lifetime Value
Adalah prediksi dari laba bersih yang berhubungan dengan keseluruhan transkasi yang dilakukan oleh pelanggan di masa depan.

4. Average Order Value
Nilai Pesanan Rata-Rata melacak jumlah rata-rata uang yang dikeluarkan setiap kali pelanggan memesan di situs web atau aplikasi seluler. Untuk menghitung nilai pesanan rata-rata perusahaan Anda, cukup bagi total pendapatan dengan jumlah pesanan.

5. Conversion Rate
Rasio Konversi dapat dihitung dengan mengambil jumlah konversi dan membaginya dengan jumlah total klik iklan yang dapat dilacak ke konversi selama periode waktu yang sama.

6. Customer Acquisition Cost
Biaya Akuisisi Pelanggan dapat dihitung dengan membagi semua biaya yangdikeluarkan untuk memperoleh lebih banyak pelanggan (atau yang sering disebut biaya pemasaran) dengan jumlah pelanggan yang diperoleh pada periode uang tersebut dikeluarkan. Misalnya, jika perusahaan menghabiskan $ 100 untuk pemasaran dalam setahun dan mengakuisisi 100 pelanggan di tahun yang sama, Biaya akuisisi pelanggan mereka adalah $1,00.

7. Cart Abandonment Rate
Tingkat Pengabaian Keranjang Belanja adalah perbandingan jumlah keranjang belanja yang ditinggalkan dengan jumlah transaksi yang diinisiasi atau jumlah transaksi yang diselesaikan. Tingkat pengabaian keranjang belanja khusus untuk pengecer online bervariasi antara 60% dan 80%, dengan rata-rata 67,91%.

8. Purchase Intention
Niat Pembelian adalah keinginan pelanggan untuk membeli produk tertentu atau layanan tertentu. Niat pembelian adalah variabel yang bergantung pada beberapa faktor eksternal dan internal.

9. Search Penetration Index
adalah perbandingan tingkat kunjungan situs web yang berasal dari hasil pencarian organik (atau yang sering disebut SEO) dan hasil pencarian berbayar (atau yang sering disebut SEM)

10. Net Promoter Score
Nilai Promotor Bersih adalah indeks yang berkisar antara -100 sampai 100 yang mengukur kemauan pelanggan untuk merekomendasikan produk atau layanan perusahaan kepada orang lain. NPS digunakan untuk mengukur kepuasan keseluruhan pelanggan dengan produk atau layanan perusahaan dan loyalitas pelanggan terhadap merek.

11. Gross Merchandise Volume
adalah istilah yang digunakan dalam ritel online untuk menunjukkan nilai total penjualan untuk produk atau jasa yang dijual melalui saluran pemasaran tertentu selama jangka waktu tertentu.

12. Visitor Satisfaction Index

13. Customer Satisfaction Index

14. Waking-Up Conversion Rate

15. Personal vs. Non Personal Use

Contact Us : (021) 50265628 / training@erudite-indonesia.com

Related Training :